
Februari, 15 tahun silam, barangkali menjadi momen yang tak
terlupakan bagi para pendiri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
(FSPMI). Ketika itu, panggung serikat buruh Indonesia mencatat
sejarah baru. Sejarah itu adalah terkait dengan d
iselenggarakan
Musyawarah Nasional Luar Biasa Serikat Pekerja Logam, Elektronika dan
Mesin (SP LEM) SPSI Reformasi, tepatnya pada tanggal 4 s.d 7 Pebruari
1999 di Garut- Jawa Barat. Adapun semangatnya adalah untuk mengkonsolidasi
gerakan buruh reformis. Memurnikan kembali gerakan buruh di Indonesia
sesuai cita-cita dan ciri universal gerakan buruh yang demokratis,
independen, bebas dan representatif.
Kelak, peristiwa ini menjadi
tonggak sejarah terbentuknya organisasi Serikat Pekerja Metal Indonesia
(SPMI) yang kemudian ditetapkan sebagai Kongres Pertama.
Tanggal 6 Februari 1999, kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya FSPMI.
Perkembangan selanjutnya, pada tanggal 29 Agustus s.d 1 September
2001 diselenggarakan Kongres II SPMI di Lembang – Bandung. Kali ini,
Kongres diselenggarakan untuk mengkonsolidasikan organisasi guna
mencapai tujuan organisasi serta merespon secara kreatif tantangan dan
hambatan multi dimensi yang dihadapi kini dan di masa depan yang antara
lain menetapkan suatu kebijakan dan trategi organisasi, yaitu
memperkuat peran dan fungsi sekretaris jendral dan serikat pekerja
anggota.
Untuk ituah, dalam Kongres Kedua ini, SPMI yang bersifat Unitaris
berubah menjadi federatif sebagai gabungan dari 5 (lima) Serikat Pekerja
yaitu Serikat Pekerja Elektronik-Elektrik (SPEE); Serikat Pekerja Logam
(SPL); Serikat Pekerja Automotif, Mesin dan Komponen (SPAMK); Serikat
Pekerja Dok dan Galangan Kapal (SPDG); serta Serikat Pekerja Dirgantara
(SPD) dengan otoritas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
masing-masing.
Sekarang, FSPMI memiliki 6 (enam) Serikat Pekerja Anggota: Serikat
Pekerja Elektronik-Elektrik (SPEE FSPMI); Serikat Pekerja Logam (SPL
FSPMI); Serikat Pekerja Automotif, Mesin dan Komponen (SPAMK FSPMI);
Serikat Perkapalan dan Jasa Maritim (SPPJM FSPMI); Serikat Pekerja
Dirgantara (SPD FSPMI) dan Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI FSPMI).
* * *
Tanggal 15 Januari 2014 yang lalu, DPP FSPMI mengirimkan surat
instruksi organisasi kepada seluruh perangkat organisasi se-Indonesia.
Instruksi ini terkaitan dengan HUT FSPMI, pembukaan Rapat Pimpinan FSPMI
2014 dan aksi FSPMI yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 Januari
2014.
Dalam surat instruksi nomor 01514/Org/DPP FSPMI/I/2014 itu
ditegaskan, HUT FSPMI 2014 akan diperingati dengan aksi demonstrasi yang
diikuti oleh anggota FSPMI untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan
Banten.
“Aksi ini akan kita lakukan pada hari Rabu, tanggal 12 Pebruari
2014,” ujar Presiden FSPMI Said Iqbal saat memberikan penjelasan terkait
dengan perkembangan BPJS di Tangerang, Banten.
Sehubungan dengan hal itu, DPP FSPMI telah mentargetkan jumlah peserta aksi sebagai berikut:
Jakarta
= 2.000 orang, Bogor = 3.500 orang, Depok = 1.000, Tangerang = 4.000
orang, Bekasi = 25.000 orang, Serang/Cilegon = 500 orang, Karawang =
3.500 orang, Purwakarta = 1.000 orang, dan Bandung Raya = 500 orang.
Direncanakan, peserta aksi akan berkumpul di bundaran Hotel Indonesia
pada pukul 09.30 Wib, kemudian bergerak/rally menuju istana Presiden.
Dari Istana Negara RI, tepatnya pukul 13.00 Wib, seluruh anggota FSPMI
peserta aksi bergerak menuju Istora Senayan. Disini, kegiatan
selanjutnya adalah
perayaan HUT FSPMI ke-15, pembukaan Rapim FSPMI Tahun 2014 dan pagelaran pentas seni buruh.
Said Iqbal menegaskan, ada dua isu utama yang diangkat dalam
demonstrasi 12 Februari nanti adalah. Pertama, jalankan jaminan
kesehatan seluruh rakyat. Tidak ada lagi rakyat termasuk buruh ditolak
berobat di Rumah Sakit. Sedangkan isu yang kedua adalah, naikan upah
minimun 2015 sebesar 30% dan rubah komponen KHL menjadi 84 item.
Disaat belum semua serikat pekerja selesai merundingkan upah 2014,
tutuntan agar upah tahun depan naik 30% tentu menarik. FSPMI percaya,
bahwa upah adalah hak asasi. Karena itulah, ia harus diperjuangkan
sepenuh hati. Tidak boleh lagi, perjuangan upah hanya menjadi perjuangan
diakhir tahun. Perjuangan upah adalah perjuangan sepanjang tahun.
* * *
Terkait dengan aksi ini, PUK SPA FSPMI diwajibkan untuk berunding
dengan Pihak Manajemen bahwa pada tanggal 12 Pebruari 2014 pekerja akan
mengikuti aksi demonstrasi ke Istana Negara dan rangkaian
perayaan HUT FSPMI 2014. Karena itu, anggota FSPMI tidak bekerja dan hari kerjanya diganti pada hari lainnya.
Dalam mengikuti aksi ini, seluruh anggota dan perangkat FSPMI yang
mengikuti rally wajib memakai jaket atau kaos/kemeja yang disablon logo
FSPMI, membawa bendera FSPMI dan atribut
FSPMI lainnya.
“Tiap PUK SPA FSPMI diharuskan membawa minimal 20 bendera FSPMI
ukuran besar dan puluhan bendera ukuran standar,” begitu diinstruksikan
oleh DPP FSPMI.
Sedangkan acara syukuran HUT FSPMI Ke-15 untuk wilayah DKI Jakarta,
Jawa barat, dan Banten akan diselenggarakan pada tanggal 6 Februari 2014
bertempat di Kantor FSPMI Kabupaten/Kota
Bekasi. Disini, selain menggelar syukuran, juga akan dilakukan peresmian kantor FSPMI Bekasi.
Sementara untuk daerah lain (diluar DKI Jakarta, Jawa Barat dan
Banten), juga diinstruksikan untuk melakukan aksi serentak pada tanggal
12 Februari 2014 di masing-masing daerah. Aksi ini dibawah koordinasi
DPW FSPMI dan KC FSPMI setempat, dengan mengangkat isu/tema yang sama.
Tak hanya itu, mulai tanggal 6 s/d 19 Pebruari 2014, setiap PUK SPA FSPMI di seluruh Indonesia
juga diwajibkan untuk memasang bendera dan spanduk ucapan “Selamat HUT
FSPMI Ke-15” di pabriknya masing-masing. Sementara untuk, pada tanggal
yang sama, KC/PC SPA FSPMI dan DPW FSPMI di seluruh Indonesia diharuskan
memasang bendera FSPMI dan spanduk “Selamat HUT FSPMI Ke-15” di
tempat-tempat strategis.
FSPMI memang masih muda. Baru 15 Tahun usianya. Tetapi diusia yang
belia ini, FSPMI bertekad menjadi organisasi yang kuat dan disegani di
Indonesia.
Dirgahayu FSPMI-ku…. (Kascey)
Sumber : http://fspmi.or.id/bulan-depan-fspmi-rayakan-hut-ke-15.html